SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI

"Ir. ZAKARIA, MM" Mengucapkan Selamat Datang di Weblog kami, dan semua ini berlandaskan untuk saling berbagi terutama para Insan Pencinta Ilmu Pengetahuan dan Khususnya Para Mahasiswa yang ada di Belahan Bumi Nusantara dan termasuk Negara Tetangga Ban Sigom Donya (Seluruh Dunia) yang budiman. Kritik dan Saran serta Komentarnya dari anda sangat Kami Harapkan dan Terima Kasih

Selasa, 23 Juni 2009

SAPI POTONG JENIS UNGGUL UNTUK PENGGEMUKAN

Oleh : Ir. Zakaria, MM
NIP. : 196308101989031014
 

Selama ini masih beredar kepercayaan bahwa bibit unggul akan selalu bersifat unggul walaupun dipelihara ditempat yang sebenarnya tidak cocok, bahkan ada anggapan bahwa bibit unggul tidak memerlukan pemeliharaan yang intensif, sehingga dalam perlakuan pemeliharaan ala kadarnya, kemudian akan berproduksi seperti yang diinginkan.

Harapan seperti itu tentunya hanya merupakan angan-angan dan pasti akan berakhir dengan kekecewaan, bila terjadi hal yang demikian maka yang dikambing hitamkan biasanya adalah breeder/ produsen bahwa bibit yang dijual palsu.

Padahal pengetahuan dasar petani peternak yang tidak memadai untuk memelihara jenis unggul.

Oleh karena itu kemajuan domestikasi ternak unggul perlu dimbangi dengan kemajuan pengetahuan sikap dan ketrampilan petani peternak mengenai tata laksana pemeliharaan sapi yang baik.

Untuk itu petani perlu memiliki pengetahuan sikap dan ketrampilan untuk dapat merubah cara pemeliharaan sapi yang kurang menguntungkan kecara semi intensif atau intensif sehingga akan didapat hasil yang lebih besar.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, ada beberapa hal pokok yang perlu mendapat perhatian dalam usaha penggemukan sapi potong antara lain :

1. Pemilihan bakalan, sebaiknya berumur 1-3 tahun dengan kelamin jantan.

2. Jenis bibit sapi yang biasa dipelihara untuk digemukan di Kalimantan Barat antara lain : Sapi Madura, Sapi Bali, Sapi PO, dan sapi persilangan hasil IB atau kawin suntik.

3. Pakan dan formulasinya harus dapat untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok dan pertambahan berat badan.

4. Kandang dan peralatannya, sebaiknya menghadap ketimur dan membujur kearah utara selatan, sehingga sinar masuk dengan maksimal

5. Pengendalian dan pencegahan penyakit hewan menular, dengan menjaga kebersihan ternak dan kandang, pemberian obat cacing dengan rutin. Bila terjadi ternak sakit dan informasi tehnis lainnya agar menghubungi Dinas Yang Menangani Fungsi Peternakan Kabupaten, atau petugas lapangan/mantri hewan di kecamatan.

6. Analisa Usaha Tani, (terlampir)

7. Penjualan ternak sapi hasil penggemukan secara berkala dapat dipasarkan ke tukang potong, namun akan lebih menguntungkan apabila dapat diatur pemasarannya pada menjelang Hari Raya Keagamaan, misalnya Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Dari tujuh point diatas , manajemen pakan harus menjadi prioritas utama, mengingat tujuan pemelihaaran adalah penggemukan, program penggemukan akan berhasil baik apabila pemberian pakan memenuhi keseimbangan protein dan energi serta kebutuhan mineralnya, dengan demikian pertambahan bobot harian meningkat.

Berdasarkan kebutuhan, ternak sapi memerlukan :

1. Hijauan 10% dari berat badan,

a. Hijauan berkualitas rendah : jerami padi, daun jagung, pucuk tebu, daun ubi kayu, ubi jalar, daun kelapa sawit.

b. Hijauan berkualitas sedang : rumput lapangan, rumput gajah, rumput raja, setaria.

c. Leguminosa : daun turi, gamal, lamtoro diberikan 60% dari total kebutuhan hijauan.

2. Pakan penguat/konsentrat kebutuhan 1-2% dari berat badan:

a. sumber protein seperti tepung kedelai, ampas tahu, blondo sawit, bungkil inti sawit, bungkil kelapa.

b. Sumber energi seperti dedak, onggo, molasse/tetes tebu, tepung jagung

3. Sumber Mineral

a. Mineral = 15-30 gram/ekor/hari, didapat dari garam dapur

b. Kalsium Phosphat = 15-30 gram/ekor/hari, didapat dari tepung tulang/kapur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar