SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI

"Ir. ZAKARIA, MM" Mengucapkan Selamat Datang di Weblog kami, dan semua ini berlandaskan untuk saling berbagi terutama para Insan Pencinta Ilmu Pengetahuan dan Khususnya Para Mahasiswa yang ada di Belahan Bumi Nusantara dan termasuk Negara Tetangga Ban Sigom Donya (Seluruh Dunia) yang budiman. Kritik dan Saran serta Komentarnya dari anda sangat Kami Harapkan dan Terima Kasih

Rabu, 01 Juli 2009

Pengertian Belajar dan Mengajar

ओलेह : आईआर। ज़कारिया, MM

Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan belajar. Para pakar pendidikan mengemukakan pengertian yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, namun demikian selalu mengacu pada prinsip yang sama yaitu setiap orang yang melakukan proses belajar akan mengalami suatu perubahan dalam dirinya.

Menurut Slameto (1995:2) belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” Selanjutnya Winkel (1996:53) belajar adalah “suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstant.” Kemudian Hamalik (1993:28) mendefinisikan belajar adalah “suatu pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.”

Pada dasarnya belajar merupakan suatu proses yang aktif memerlukan dorongan dan bimbingan kearah tercapainya tujuan yang dikehendaki. Nasution (1995:35) mengatakan bahwa : “Belajar membawa perubahan pada individu yang belajar, perubahan itu tidak hanya mengenai jumlah pengetahuan melainkan juga dalam bentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, mengenai segala aspek organisme atau pribadi seseorang”.

Dari berbagai pengertian yang telah dikemukakan para ahli di atas tentang belajar, semua menekankan pada perubahan tingkah laku manusia. Seseorang mempelajari sesuatu dan aktif dalam kegiatan itu tingkah lakunya tidak berubah, orang tersebut belum dapat dikatakan belajar.

Sedangkan mengajar adalah : “suatu kegiatan agar proses belajar seseorang atau sekelompok orang dapat terjadi, untuk keperluan tersebut seorang guru seharausnya membuat suatu sistim lingkungan sedemikian rupa sehingga proses belajar dapat tercapai secara efektif dan efisien (Sunaryo, 1989 : 10).

Dengan demikian, istilah mengajar dalam pengertian ini adalah menciptakan situasi dan kondisi yang mampu merangsang siswa untuk belajar. Suatu proses belajar mengajar dapat berjalan efektif, bila seluruh komponen yang berpengaruh dalam proses belajar yaitu siswa, guru, kurikulum, metode, sarana prasarana, serta lingkungan saling mendukung dalam rangka mencapai tujuan.

Belajar yang efektif akan melahirkan kecakapan-kecakapan ketrampilan yang fundamental. Landasan utama dalam mencapai keberhasilan belajar adalah kesiapan mental, karena tanpa kesiapan mental ini para siswa pada umumnya tidak dapat bertahan dalam kesulitan yang dialami selama belajar. Kesiapan mental tersebut merupakan keterikatan terhadap tujuan belajar, minat terhadap pelajaran dan kepercayaan pada diri sendiri.

Belajar dikatakan sukses apabila dari peserta didik dapat diharapkan didalam kegiatan belajarnya suatu hasil yang tinggi, yang berupa nilai-nilai dan tingkah laku yang bagus dan memuaskan. Seseorang yang ingin berhasil dalam belajar maka ia harus mengetahui tentang prinsip belajar sebagaimana dikemukakan oleh Anomymous (1984 : 319) yang meliputi :

a. Bahwa dalam belajar dibutuhkan dorongan atau motivasi.

b. Harus dapat memusatkan perhatian

c. Untuk lebih menghasilkan penyerapan ilmu, sebaiknya materi yang telah diajarkan harus selalu diulang-ulang.

d. Harus diyakini bahwa semua yang dipelajari akan berguna kelak.

e. Dalam belajar perlu adanya istirahat

f. Hasil belajar dari suatu pelajaran dapat digunakan untuk mempelajari pelajaran lainnya.

g. Hasil belajar yang telah diperoleh dicoba untuk diutarakan kembali.

h. Hal-hal yang menghambat pelajaran misalnya : rasa takut, benci, malu, marah dan kesal harus dihindari.

Demikian juga halnya dengan pendapat Sardiman (1986 : 230) tentang belajar yaitu :

Belajar berarti usaha merubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan itu tidak karena berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, ketrampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak dan penyesuaian diri. Jelasnya menyangkut perubahan segala aspek organisme dan tingkah laku pribadi seseorang.

Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa belajar merupakan suatu usaha yang mengarah kepada penguasaan pengetahuan dan skill yang dicapai oleh siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar